Latest News

Fashion
DIY

Quotes

Event

Film

Hotel Life

Recent Posts

Sabtu, 09 Desember 2017

Warunk Starmeal, Jajan Enak dan Hemat




Nenek saya pernah bilang, dalam hidup kita harus seimbang, kadang kamu ke sofia the Gunawarman, memajakan lidahmu dengan menu yang siapkan oleh chef khusus dari bahan-bahan berkualitas tinggi, atau kadang kamu harus kembali ke Basic, Makanan masa kecil yang ngangenin. Well karena saya bukan keturunan keluarga Bakrie, walau insyaAllah gak lama lagi masuk jadi menantu keluarga Bakrie, tentu saja snack masa kecil saya bukan macaron atau menu keseharian saya tentu saja bukan Foie Gras atau Caviar. Yup anda benar, my childhood memories soal makanan tentu saja Indomie dan singkong goreng. 

Saya suka trend menu akhir-akhir ini, dimana banyak menu masa lalu di ubah menjadi menu kekinian masa kini. Salah satunya menu Mie instan yang dirubah mengikuti jaman, karena jujur saya bukan pengembar berat mie instan, suka seh, apalagi kalau ada yang sedang memasak dan kita dapat baunya. Pasti langsung kepingin bikin. Cuman seringnya tidak habis. #huft

Oh ya salah satu tempat makan kekinian favorite saya adalah “Warunk Starmeal” yang terletak di depan pom bensin Moh Kahfi 2. Tempatnya tidak jauh dari stasiun pancasila atau lenteng agung. Kalau kamu lewat jalan Moh Kahfi pasti keliatan karena akan terlihat papan nama cukup gede. 

Resto ini terdiri dari 2 lantai dan ada area untuk kalian yang merokok, dan area parkir cukup luas, tapi tips dari aku, mending kalian pakai motor, karena space untuk mobil lebih sedikit.
Karena keterbatasan kapasitas perut, aku kemarin hanya sempet mencoba aneka mie instannya yang diolah sedemikian rupa 

Nongkrong Seru di Warunk Starmeal

Buat kamu yang sedang cari tongkrongan seru dikawasan Jakarta selatan, bolehlah mampir ke Warunk Starmeal, karena disana kamu akan dimanjakan lidah dan dompetmu, menu-menu lezat siap memanjakan lidahmu dan dompetmu akan aman jaya karena semua harganya terjangkau.
1. Indomie Rebus Seblak Bom – IDR 19,000

Indomie dan seblak, can you imang ..omg bakalan jadi makanan penuh “dosa” yang sayang untuk dilewatkan, 2 gabungan makanan kekinian yang menjadi satu.Isinya  terdiri dari telur, bakso dan sosis  dan hati-hati ini pedesnya gila banget sist. Yuk terima tantangan makanan kekinian jaman now ini

Nasi Daging Wagyu Mushroom – IDR 32,000

Tenang, deretan nasi juga ada kok di Warunk Starmeal, salah satu yang saya suka adalah Nasi Daging Wagyu Mushroom. Isinya Nasi putih yang di topping olahan daging wagyu, bawang bombay dan pokcoy ditambah topping tahu goreng.

Indomie Goreng Sosis Meledak Di Mulut – IDR 16,000

 

Terima tantangan pedas yang lebih extra, cobalah indomie goreng sosis meledak ini. Karena ini super pedas mengoda. Pedasnya benar-benar meledak dimulut loh. Plus awas bisa ketagihan.

Indomie Goreng Ayam Sambal Matah Ummi – IDR 14,000

Memadukan makanan kekinian dan makanan tradisional, saya rasa Warunk Starmeal sukses dengan indomie goreng sambel mantahnya. Karena perpaduan keduanya pas, tidak saling mendahului.  

Jadi buat kalian jangan lupa cobain makanan kekinian di Warunk Starmeal yak. 

Warunk Starmeal

Jl. Kahfi 2 Warung Silah Jagakarsa
(Depan Pom Bensin Darussalam)
Phone : 021 – 22710300

Senin, 04 Desember 2017

Papua : Salam Hangat dari Wamena



Kopi Wamena
Setelah makan siang, saya dan rombongan langsung menuju daerah Wulu, sekitar 1 jam dari pusat kota Wamena, kalau di Jakarta anda sering melihat mobil jenis Camry, sedan BMW atau Mercy, makan di Wamena, anda tidak akan menemui jenis kendaraan tersebut. Kendaraan disini hampir sama, yaitu mobil-mobil besar dengan bak terbuka kecil dibelakangnya. 

Penanaman Kopi
Saya cukup takjup saat mengunjungi perkebunan kopi di Wamena, salah satunya adalah pohon kopi ditanam dibawah naungan pepohonan hutan, di lingkungan alam yang menakjubkan, yang juga merupakan habitat dari burung Cendrawasih dan berbagai spesies lainnya. Spesies pohon yang umum ditemukan di wilayah penghasil kopi adalah Kaliandara, Erytrhina dan Abizia. Hutan tropis Papua adalah salah satu habitat yang paling kaya dalam keanekaragaman hayati di dunia.  Jujur saya sedikit tidak sadar kalau disekeliling saya adalah pohon kopi, karena pepohonan hutan yang rindang dan jalur yang cukup membuat saya harus berkonsentrasi lebih.
Kopi-kopi di Wamena ditanam oleh petani tradisional tanpa menggunakan pupuk organic maupun kimia, jadi kopi yang ditanam di Wamena bebas dari petisida loh. Sehingga pantas saja kopi yang dihasilkan, berkualitas tinggi,dengan aroma dan rasa yang khas dibandingkan dengan kopi yang tumbuh di daerah lain di Indonesia. Kopi Wamena terkenal bertekstur ringan, sedikit ampas, harum semerak dan tidak begitu asam.
Varietas kopi
Linie S – Kelompok varietas ini berasal dari India, yang dikembangkan dengan menggunakan kultivar Bourbon. Jenis yang paling umum adalah S-288 dan S-795, yang dapat ditemukan di Lintong, Aceh, Flores, Sulawesi, Papua, Bali dan Jawa.

Pengolahan kopi

Petani kopi di Wamena mengunakan proses pengupasan basah atau wet-hulling (juga sering disebut sebagai semi washed). Menggunakan teknik ini, para petani mengupas kulit luar buah kopi dengan menggunakan mesin pengupas tradisional yang disebut “luwak”. Biji kopi, yang masih berselaput getah, kemudian disimpan hingga selama satu hari. Setelah masa penyimpanan, biji kopi dibersihkan dari getah dan kopi tersebut dikeringkan hingga memiliki kandungan air 12%, atau dikupas dalam keadaan basah dan dikeringkan sebagai biji hijau. Karena lambatnya paparan teknologi modern, maka sebagian besar dari kegiatan pengolahan kopi tersebut dilakukan hanya dengan tangan. Pupuk kimia, pestisida dan herbisida tidak dipakai untuk tanaman kopi ini, dan membuat kopi Papua menjadi kopi yang langka dan juga berharga. 
Setelah penyortiran, beberapa produsen menyimpan kopi mereka selama satu hingga tiga tahun sebelum dipasarkan. Proses ini mengembangkan aroma woody dan kayu manis, dengan karakter yang sangat ringan dan hangat. Biji yang berwarna hijau akan berubah menjadi kuning tua hingga coklat
Kualitas Kopi Wamena
Perlu diketahui, kopi Wamena merupakan kopi organic dengan kualitas terbaik, karena kesuburan tanah dipapua yang masih terjaga. Aroma kopi Wamena harum, halus dan memiliki after taste yang sangat manis. Beberapa pegiat kopi menyamakan kopi Wamena dengan biji kopi Jamaica Blue Mountain. Jamaica Blue Mountain Coffee adalah kopi Arabika yang ditanam di daerah Blue Mountain di Jamaica dan merupakan kopi premium yang sudah terkenal seluruh dunia. itulah sebabnya banyak yang menjuluki kopi wamena adalah "Baliem Blue Coffee" (disingkat BBCoffee) kopi Wamena mengandung kafein paling sedikit diantara lainnya.

Papua: Mengenal Wamena

Hari itu 18 November 2017 dua wishlist tokopedia saya tercontreng, pertama bisa menginjakan kaki di bumi Papua dan kedua bisa mendatangi perkebunan kopi. Thanks buat Mas Rendy, Mas EKo, Key dan Bank Mandiri. 

Perjalanan ini akan menjadi perjalanan cukup panjang, karena kita mengunakan pesawat Garuda Indonesia yang langsung direct Jakarta – Jayapura. 5 jam nonstop, walau perjalan malam, berangkat dari Jakarta pukul 23.00 WIB dan akan sampai Jayapura pukul 06.00 WIT, saya sudah tahu pasti, saya tidak bakal bisa tidur karena terlalu semangat, dan benar saja, saya benar-benar melek semalaman. Oh ya saya ke Papua bersama rombongan Bank Mandiri, thanks to Pak Rohan, Bu Lala, Mba Syela dan Mas Rahmat yang super nice banget, membuat perjalanan kali ini, semakin menyenangkan. 


Call me lebay dah ah, tapi saat turun dari pesawat di Jayapura, ini menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan, akhirnya langkah kaki ini menginjak bumi Papua, seperti biasa pemandangan di bandara Sentani ini nampak luar biasa, deretan pesawat-pesawat Indonesia dengan background lengkukan indah pegunungan. 

Di Jayapura, rombongan kami disambut oleh pegawai Bank Mandiri cabang Jayapura, jadi rombongan bertambah besar dan makin rame, banyak canda dan tawa yang kami share bersama. Kami sempat mampir di kedai sederhana di Bandara, well tidak ada strubuk dan aneka macamnya, hanya secangkir kopi Wamena yang menemani saya menunggu sekitar sejam sebelum pesawat yang akan membawa saya ke Wamena terbang. 

Butuh sekitar 50 menit dengan mengunakan pesawat, untuk sampai ke Wamena dari Jayapura, kali ini kami mengunakan Wings Air, jenis pesawat berbaling-baling. Oh ya belum ada akses jalan antara Jayapura dan Wamena, jadi satu-satunya cara adalah dengan mengunakan pesawat. Dan pagi itu pesawat ke Wamena tidak terisi penuh, jadi saya bisa geser ke kursi kosong dan mendapatkan seat jendela. 50 menit perjalanan yang menyenangkan, karena view dibawah saya adalah hamparan keindahan bumi Papua. 

Pagi yang cerah di Wamena


Kalau di Raja Ampat terkenal akan lautnya, maka Wamena terkenal akan budaya dan penduduknya. Wamena adalah sebuah kota yang berada di Kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua, Indonesia. Sekaligus merupakan Ibukota kabupaten Jayawijaya. Wamena berasal dari bahasa Dani  Wa dan Mena yang artinya Babi Jinak.

Berbeda dengan kota lain di Papua seperti Jayapura, Merauke, RajaAmpat, Wamena belum banyak tersentuk wisatawan, apalagi daerah pedalamannya, kota yang terletak di Lembah Baliem dan di aliri oleh sungai Baliem serta diapit pegunungan Jayawijaya ini memiliki udara yang super segar dan dingin, membuat orang Jakarta seperti saya mengigil kedinginan.  Bisa dibilang Wamena adalah Bandung berpuluh-puluh tahun lalu, dingin dan segar. 

Hotel di Wamena 

Jarak antara bandara ke hotel tidak terlalu jauh, saat saya bilang tidak terlalu jauh, itu benar-benar tidak jauh, jalan kaki juga bisa, naik kendaraan tidak sampai 5 menit. Cuz sampai deh. Tentu saja jangan membayangkan ada hotel sekelas Hilton disini.  Hotel Baliem Pilamo adalah hotel ‘terbaik’ yang bisa anda temui disini, ya paling tidak, pak Jokowi dan banyak Menteri kalau ke Wamena menginap disini. 


Bagi orang yang bisa tidur dimana saja, dan sering tidur di bandara, dalam bus atau kereta dan sering menginap di hostel saat traveling, saya tidak ada complain soal hotel ini, tapi ada satu hal yang lucu, adalah saya sibuk mencari remote AC karena kamar terlalu dingin, dan teryata hotel ini tidak ber AC, come on Dita, ini Wamena, bukan Jakarta yang kita tidak bisa hidup tanpa AC. Dan saat sorenya hujan turun di Wamena, AC alam ini semakin tidak bisa dikecilin.
Setelah bersih-bersih sebentar, kami makan siang di hotel, hidangan yang cukup lezat dengan aneka makanan yang sederhana, dan sepertinya orang di Wamena gak pakai micin dah ah. Setelah makan siang, saya ikut mendengarkan brief rekan-rekan Bank Mandiri. Seharusnya saya. 

Kota Wamena

Memang bukan seperti di Jakarta, kamu tidak akan menemukan kedai kopi overprice favortmu disini, atau café-café lucu dengan aneka dekorasinya. Tapi Wamena adalah sebuah kota, well kota kecil yang ada kehidupan, disana tersedia pasar, rumah sakit, bank cabang pembantu, bahkan angkot dan becak. Wamena hadir seperti kota kebanyakan, walau dengan sedikit sentuhan menakjupkan pegunungan Jayawijaya yang menjadi background seluruh kota. 

Makanan di Wamena

Bisa dibilang makanan disini quite expensive, bahkan dibandingkan dengan Jakarta sekalipun. Ingin tahu semahal apa? Bisa dilihat di gambar dibawah ini.
Ini saya makan dikedai sederhana didekat hotel, karena saya telat untuk sarapan. Soal rasa, well kita sedang tidak wisata kuliner kan yak. 


Oh ya bicara tentang makanan khas Wamena, well sekali lagi, karena ini bukan wisata kuliner, makan saya tidak terlalu mengexplore makanan di Wamena. Tapi kalau anda ke Wamena, ada salah satu resto, well saya kira satu-satunya di Wamena, kalau di Jakarta, seperti rumah makan sederhana di pinggir jalan. Resto ini menjual satu menu khas, namanya udang selingkuh. kenapa dinamakan udang selingkuh, bukan ini bukan jenis masakannya akan tetapi karena jenis udangnya, mereka menyebutnya udang selingkuh karena bentuk udangnya seperti selingkuhan udang dan kepiting, walau aslinya ini adalah udang air tawar yang memang banyak ditemui dikawasan papua.

Baca cerita lengkap Kopi Wamena Disini
Dan cerita lainnya.



Quotes

Recent Post