Latest News

Rabu, 23 Maret 2016

Jelajah Pesona Rote



Rasanya seperti mimpi saya bisa mengunjungi Pulau Rote yang sungguh memukau ini, dream come true ini terwujud karena Indonesia Diversity yang sudah memberikan saya dan 2 teman lainnya kesempatan explore Pulau Rote.
Sejak kecil mungkin kita familiar dan bermimpi mengunjungi pulau terluar Indonesia atau titik nol Indonesia bagian barat dan timur, tentu semua ingat lagu dengan lirik sebagai berikut “Dari Sabang sampai Merauke, berjajah pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia” yup benar, lirik lagu yang kita dengar semenjak masa kanak-kanak itu membuat setiap warga negara Indonesia ingin mengunjungi sabang dan merauke, akan tetapi kita mungkin lupa bahwa batas Indonesia juga ada di sisi utara dan selatan. Yup selain Sabang di sisi barat Indonesia, Merauke disisi timur Indonesia, ada pulau Miangas disisi utara Indonesia  dan Pulau rote di sisi selatan Indonesia.
5 hari 4 malam rasanya sangat kurang mengeksplore keindahan pulau ini, rasanya jari ini seperti ingin melihat antara tanggal cuti dan pesan tiket untuk kembali ke sisi paling luar Indonesia sebelah selatan,dimana samudra hindia dan Australia sebagai batasnya.
Sekilas tentang Pulau Rote
Ya kata Rote memang berasal dari kata Roti, karena penduduk disana mempuyai logat I diganti E, konon kisahnya nama pulau ini berasal dari jaman belanda, dimana tercipta karena tidak sengaja, ketika itu maksud belanda menanyakan nama daerah ini, akan tetapi penduduk menyangka belanda bertanya tentang makanan jadi dijawab Roti/Rote. Sehingga tersebutlah nama pulau ini dengan Pulau Rote.
Pulau Rote masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur, sudah mekar dari Kabupaten kupang, dan menjadi kabupaten dengan nama Kabupaten Rote Ndao sesuai dengan UU no 9 tahun 2002.
Menyusuri Pulau Rote dalam 5 hari ini membuat saya sadar Pulau ini menyimpan berbagai keunikan, mulai dari budaya, sejarah, perjuangan dan barisan pantai-pantai indah nan unik dan tiada duanya.
Lontar sebagai sumber kehidupan
Ya Lontar adalah sumber kehidupan masyarakat Rote, semua bagian pohon Lontar dimanfaatkan masyarakat Rote dengan maksimal.
Mulai dar Alat Music khas Rote, Sasandu yang mengunakan daun lontar kering. Alat music khas masyarakat Rote ini memilki keunikan tersendiri, petikan nada merdu alat ini sangat pas mengiringi lirik-lirik mendayu khas Rote. Walau belum sempat berkunjung ke Rote, saya yakin masyarakat Indonesia sudah familiar dengan alat music Sasandu, dikarenakan menjadi gambar di mata uang pecahan Rp 5000.
Selain alat music daun lontar juga digunakan untuk membuat topi khas Rote, topi Sobrero atau saya suka menyebutnya topi koboi ala Indonesia. Masyarakat Rote menyebutnya dengan Topi Ti’I Langga.
Tidak hanya itu saja, daun lontar juga bisa digunakan untuk payung alami, alat untuk mengambil air dan masih banyak lagi
Sedang kayu lontar sering dimanfaatkan masyarakat Rote untuk membuat rumah dan sebagainya. Sedangkan Lira menjadi sumber pangan di Rote, berbagai olahan makanan dan minuman tercipta dari Lira yang disadap dari pohon lontar, sebut saja gula air, gula semut, aneka minuman baik yang berakohol Maupun tidak, susu goreng dan sebagainya.
Transportasi menuju Rote
Sekarang ini menuju Rote bukan hal sulit, sudah ada banyak penerbangan dengan berbagai maskapai yang bisa diakses dari Jakarta, Surabaya maupun kota besar disekitarnya. Harga tiketnyapun relative murah.
Sedang dari kupang menunju Rote bisa mengunakan berbagai transportasi, jarak keduanya sekitar 40 mil
-          Pesawat
Hanya ada 1 maskapai dan 1 jadwal penerbangan ke Rote dari kupang yaitu dengan Wings Air, jadwal dari Kupang ke Rote sekitar jam 15:10 Kupang (KOE) - 15:40 Rote (RTI) sedangkan tiket kembali sekitar 16:05 Rote (RTI) 16:35 Kupang (KOE) harga tiketnya saya cek juga mulai dari 146rb tergantung hari dan musim.
-          Kapal feri cepat
Kapal feri cepat ini hanya mengangkut orang saja. Kapal berangkat dari pelabuhan Tenau Kupang jam 09.00 dan sampai di pelabuhan Ba’a Rote sekitar jam 11.00 harga tiket karena saya beli pas masa promo jadi untuk kelas VIP sekitar 160rb dan kelas ekonomi yang berseisih tidak banyak.
-          Kapal feri lambat
Kapal ini mengangkut manusia dan kendaraan. Harga sekitar  Rp 60rb dan berangkat dari pelabuhan Bolok di Kupang dan sampai di pelabuhan pantai baru di Rote, jarak tempuh sekitar 4 jam berangkat pukul 05.00 sampai pukul 11.00.
Saya sendiri kemarin mengunakan pesawat batik air dari Jakarta sekitar pukul 02.30 pagi WIB dan sampai sekitar pukul 06.30 pagi wita, dari bandara El Tari kupang saya dan 3 rekan mengunakan taxi menuju pelabuhan, dari pelabuhan Tenau kupang kami mengunakan kapal express bahari yang kebetulan dapat yang warna kuning, katanya ini kapal yang paling baru dan cepat dibandingkan kapal lainnya. Dikarenakan saat kembali dari rote ke kupang saya dapat kapal berwarna putih yang lebih lambat. Katanya lagi kapal berwarna kuning hanya beroperasi saat weekend saja.
Selama perjalanan dengan kapal feri ini, saya bisa merasakan gelombang yang terjadi antara pertemuan arus Samudera Hindia, Laut Sawu dan Laut Timor.
Tepat pukul 11.00 wita kami sampai dipelabuhan Ba’a, para penumpang turun dengan tertib sedangkan penumpang yang menuju kupang sudah tidak sabar menungu, karena selepas semua penumpang turun, kapal kembali akan mengangkut penumpang ke kupang.
Berkeliling Pulau Rote

Seperti masalah klasik diseluruh objek wisata di Indonesia adalah susahnya transportasi umum yang nyaman menuju daerah wisata. Di Rote seperti yang kita tebak tidak ada angkutan umum yang memadai untuk berkeliling keberbagai tempat menarik disana. Ada beberapa angkot yang full music, akan tetapi jalur angkot tidak mengcover daerah wisata.
Pilihan anda antara sewa motor kalau hanya 1-2 orang atau sewa mobil bila rame-rame, kalau saya kemarin mengunakan mobil yang dengan pemandu kami yang sangat luar biasa yaitu Pak Sanu. (bila membutuhkan kontak beliau bisa hubungi saya)
Kuliner khas Rote

Banyak banget dan enak banget. Saya secara khusus akan membahas di tulisan tersendiri, karena kalau dicampur disini akan semakin panjang dan lama. Saya percaya gula air menjadi bahan utama disetiap makanan dan minuman di Rote.
Walau daerah mayoritas non muslim, akan tetapi banyak makanan halal di Rote, tidak sulit menemukannya. Dan saya menemukan sebuah café dan toko roti dengan label Halal MUI. Sound wonderfull kan.
Wisata di Rote

Tidak hanya list pantai yang indah yang bisa anda temui di Rote, ada berbagai danau seperti danau laut mati, danau merah. Ada pula peninggalan sejarah, ada 19 raja di rote tentu akan ada banyak sejarah yang bisa di gali.
Ada budaya sasandu yang bisa kita gali dan nikmati petikan merdunya, ada kampong pembuatan topi dan kampong tenun yang sukses membuat anda mengeluarkan rupiah demi rupiah, karena tenun khas Rote adalah jawaranya.
5 Hari 4 Malam, ada 1001 cerita di Rote yang tidak sabar saya tuliskan. Masih sangat terasa haru ini merasakan keramahan warga Rote kepada kami. Sesuatu yang sangat saya rindukan di Jakarta. Sesuatu yang selalu membuat saya ingin kembali ke Rote, karena disanalah sebagian hati saya saya tinggalkan. Rote saya datang untuk kembali



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post