Latest News

Minggu, 31 Juli 2016

Indonesiaku di Terminal 3 Bandara Soetta


Satu hal yang perlu diperjelas, terminal 3 bandara Soekarno hatta berbeda dengan Bandara Changi, dari jenis bandaranya saja sudah beda. Bandara Soekarno Hatta adalah bandara orgin alias bandara tujuan sedangkan Changi adalah bandara transit. Jadi tidak bisa membandingkan keduanya. Karena perbandingan harus Apple to Apple.
 Saya dan Bandara

Sejak pindah ke Jakarta 4 tahunan ini saya menjadi sering berpergian dengan pesawat terbang, entah untuk pulang kampung, tugas kantor atau sekedar liburan singkat melepas penatnya Ibukota. Saya salah satu penumpang yang suka datang lebih awal di bandara daripada telat, jadi saya bisa 2-3 jam sebelum pesawat take off saya sudah di bandara.  Sejauh ini saya cukup nyaman selama menunggu di bandara, disana ada banyak sekali hal yang bisa saya explore, ada deretan toko buku dan souvenir yang bisa saya kunjungi dan beli, ada aneka makanan yang memastikan saya tidak kelaparan dan deretan kursi nyaman untuk kami mengunggu.
Soal fasilitas lainnya saya juga cukup bangga dengan pengelolaan Angkasa pura II, aneka toilet yang cukup dan nyaman, oh ya bahkan ada toilet jongkok favorit ibu saya. Ini seperti Angkasa Pura II tahu aneka kebutuhan toilet masyarakat indonesia. soal kebersihan, bisa dibilang bersih banget, ada petugas yang senantiasa memastikan kebersihan toilet dan toiletnya cukup banyak, jadi saya jarang melihat antrian yang berarti. Antrian cukup panjang biasanya terjadi di toilet terdekat setelah pesawat landing, tapi toilet setelahnya biasanya sepi.
Fasilitas mushola juga memadai, saya pernah pesawat paling pagi untuk pulang ke Malang melalui Juanda, saya datang jam 4 pagi dimana pesawat terbang jam 5.30. jadi saya sholat subuh dibandara. Well saya cukup terkesan dengan Mushola di Bandara Soetta, tidak terlalu besar tapi ada banyak. Tempat wudu juga terpisah, tersedia sajadah, sarung dan mukena yang wangi. And the other story saya pernah ketemu gebetan disana, seorang yang menawarkan mau sholat jamaah bareng atau tidak. Selalu ada banyak kisah di bandara bukan?.

Ya ada banyak sekali kisah di bandara, sama seperti banyak orang saya menyimpan banyak sekali cerita dan perasaan tentang bandara. Perasaan suka cita dan tidak sabar selalu mewarnai hati saya saat mengenggam tiket pulang ke rumah, walau kisah sebaliknya saat saya datang kebandara soetta selalu diwarnai dengan perasaan “Ayo kembali taklukan Jakarta”.
Ketika saya harus mengeret koper disubuh dini hari, dengan tiket berisi daerah tujuan untuk urusan kantor. Ada perasaan senang sekali karena mengunjungi daerah yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, ada sedikit rasa takut karena bagaimana saya seminggu kedepan disana. Dan sedikit ngeri menerima kenyataan bahwa semingguan saya akan bersama boss saya 24 jam.

Bandara selalu menyimpan, memories, kisah, cerita dan harapan! Jadi apa ceritamu?
Terminal 3 Bandara soekarno Hatta
Ini merupakan Terminal 3 yang baru, kedepannya semua penerbangan pesawat Garuda Indonesia dan semua penerbangan keluar negeri akan mengunakan Terminal ini. Memang sudah saatnya Indonesia, khususnya Bandara di Jakarta memiliki bandara dengan kapasitas dan tehnologi yang baik. Karena setiap tahunnya wisatawan selalu bertambah. Dan bandara adalah gerbang dari Indonesia, dan Angkasa Pura II tahu akan hal itu dan menyiapkan secara khusus agar semua yang datang dan pergi merasa nyaman.  
Interior terminal 3 bandara Soekarno hatta

Setiap bandara memiliki ciri masing-masing, sebut saja bandara Changi yang membawa konsep hutan tropis, atau bandara KLIA 2 (saya belum pernah ke KLIA 1) yang membawa konsep one stop shopping. Terminal 3 bandara Soekarno Hatta juga membawa konsep luar biasa. Tentu saja tidak akan mengcopy bandara lain didunia, karena kekayaan di Indonesia terlalu banyak untuk ditampilkan. Hal ini cukup membuat pusing saya rasa karena keragaman budaya Indonesia dan hanya 1 Terminal. Saya rasa desain interiornya pasti cukup pusing, mau membawa budaya, adat dan keindahan alam yang mana yang ingin ditampilkan di Terminal 3 ini.
Akan tetapi ada 3 konsep yang akan hadir di terminal 3 Bandara Soetta, yaitu ;





Konsep Culture ; karya besar dan luar biasa seniman lokal Indonesia akan hadir disetiap sudut Terminal 3 bandara Soetta ini. Deretan nama seperti Eko Nugroho Jay Subiakto, Angki Purbo dan masih banyak lagi bisa anda nikmati saat berada di Terminal 3. Saya sangat apresiasi sekali kepada Angkasa Pura II yang memberikan kesempatan karya anak bangsa bisa dinikmati dunia international.
Konsep People ; Keramahan orang Indonesia adalah salah satu kearifan lokal yang harus ditampilkan.
Konsep Nature ; Jendela yang besar, cahaya yang datang melimpah seakan menunjukan bahwa indonesia adalah Negara tropis, silahkan datang ke Indonesia kapanpun dan sinar matahari akan bersinar sepanjang tahun. Konsep ini juga meminimalisir pengunaan lampu yang terlalu banyak, karena penerangan sudah cukup bagus.
Tehnologi di terminal 3 bandara Soetta
1.      Teknologi Airport Security System (ASS). Jika kamu DPO baik hanya di Indonesia atau didunia international, jangan coba-coba untuk datang ke Terminal 3 Bandara Soetta karena tehnologi Airport Security System bisa mendeteksi anda. Akan ada sekitar 500-600 CCTV yang bisa mendeteksi wajah penumpang, dimana CCTV ini terkonesi dengan database intelegen tentang data-data buronan. Selain itu CCTV ini juga bisa mendeteksi barang mencurigakan yang ditingalkan pemiliknya minimal 5 menit. Petugas akan segera datang untuk memeriksanya.
2.      Teknologi Baggage Handling System (BHS). Sering mengeluh barang hilang dikoper, well walau sekarang ini kasus ini jarang terjadi, karena kita sudah menjadi penumpang cerdas, tidak meletakan barang berharga didalam bagasi, akan tetapi kasus barang ketinggalan tidak terangkut masih sering terjadi, terakhir saat saya harus tugas kantor di pedalaman Bengkulu, dimana koper saya tidak ikut terangkut, sedangkan dari bandara saya harus segera pergi ke lokasi acara dan tidak mungkin kembali ke bandara keesokan harinya. Hal ini cukup merepotkan karena saya harus beli semua baju,yup semuanya termasuk daleman dan sebagainya. Well sistem baru ini akan mengunakan sistem level 5, terbaik dikelasnya. Dimana campur tangan manusia dalam urusan barang bagasi akan diminimalisir dan sistem ini bisa segera mendeteksi narkoba atau bom yang dibawa penumpang. Jadi bubay Bandar narkoba. Anda akan semakin susah masuk Indonesia.
3.      Teknologi  Fully Intelligence Building Management System (IBMS), Jika kamu go green mania, well Angkasa Pura II juga. Salah satunya seperti berikut;
a.      Rain water system yang bisa mengolah air hujan menjadi air bersih. Dimana banyaknya curah hujan di Indonesia saya rasa ini terobosan yang luar biasa.
b.      Recycle Water System banyaknya air toilet yang terbuang percuma, membuat pihak Angkasa pura menerapkan tehnologi, air toilet diolah kembali sehinga bisa digunakan kembali menjadi air toilet.
c.       Pencahayaan selai mengunakan lampu LED , jendela yang besar dimana cahaya bisa masuk banyak adalah salah satu eco green yang diterapkan Angkasa Pura di terminal 3 ini.
Entertainment di terminal 3 bandara Soekarno Hatta
Sekali lagi karena ini bukan bandara transit, bukan bandara yang kamu harus menunggu 8 jam sebelum penerbangan selanjutnya. Orang datang dan pergi di bandara ini. Kadang kita stop sebentar karena lapar atau untuk menunggu jemputan. Jadi jangan berfikiran membawa semua fasilitas bandara Changi di Terminal 3 ini. Mungkin kalau kedepannya Indonesia bisa take over fungsi singapura sebagai lokasi transit pesawat (siapa yang tahu dengan masa depan bukan?) saya rasa Angkasa Pura II sudah sangat siap dengan konsep bandara Transit.
Seperti yang sudah disebutkan diatas juga, akan ada banyak karya anak bangsa yang akan di Terminal 3 ini. Dan fokusnya adalah karya anak bangsa, Angkasa Pura sangat menghargai karya anak bangsa, sehingga mereka meminta hasil karya anak bangsa, bukan copas karya lama. Jadi jangan bayangkan karya itu akan dalam bentuk copycat Borobudur dkk. Walau demikian aneka batik nusantara siap hadir disetiap sudut Terminal 3, siap menunjukan pada dunia internasional budaya indonesia yang sangat beragam.
Selain karya seniman Indonesia, Angkasa Pura juga memberikan peluang bagi kopi lokal hadir di Terminal 3. Sebagai Bandara International, Terminal 3 tidak bisa melarang kopi international hadir, akan tetapi sebagai semangat mengenalkan kopi lokal, Angkasa Pura juga menghadirkan kopi-kopi lokal.
Sebagai salah satu anak bangsa yang ingin bangsanya maju, saya sangat mendukung usaha Angkasa Pura II memberikan yang terbaik untuk Indonesia. bila masih ada kekurangan saya rasa wajar, karena setiap proses selalu ada proses belajar.



Salam Indonesia,

Dita Soehardi
Writer of Weekendproject101


  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post