Latest News

Jumat, 13 Januari 2017

Sejuta Pesona Kuliner Di Thailand


Thailand memang "surga" makanan, wherever you go, Bangkok, Pattaya, Phuket, koh Samui, Koh Lanta, Phi Phi island, Ayutthaya, ChiangMai, Chiang Rai, Hua Hin, Rayong. You always can find great food.


Petualangan kuliner Di Thailand

Kereta antara Aranyaprathet – Bangkok

Saat pertama ke Thailand, saya masuk lewat Aranyaprathet, yang merupakan kota perbatasan dengan Cambodia. Ya, saat itu merupakan rangkaian perjalanan saya dari mulai Singapore, Vietnam, Cambodia dan berakhir di Thailand. Saya sengaja ‘Menyimpan’ Thailand diakhir perjalanan, karena kita selalu menyimpan yang terbaik diakhir kan? Biar perjalanan ditutup dengan moment yang indah.
Di Aranyaprathet terdapat kereta menuju Bangkok, setelah menyelesaikan urusan di Border Cambodia dan Thailand, saya segera mengejar kereta menuju Bangkok dengan Tuk-tuk, karena jaraknya sekitar 6Km dan waktu saya terbatas, karena antrian imigrasi di Cambodia dan Thailand cukup padat.
Jenis kereta yang membawa saya ke Bangkok ini adalah kereta ekonomi, dimana anda harus pesan saat itu juga. Kereta berangkat jam 13.05 dan tiket baru bisa dibeli jam 12an. Untungnya tidak antri disini, karena memang jarang wisatawan yang mengunakan mode transportasi ini, kebanyakan mengunakan bus yang langsung dari Siem Reap. Tapi karena saya selalu suka naik kereta api dan mencoba hal yang orang lain jarang coba, jadi saya pilih naik kereta. Soal tiket sangat murah, kurang dari 20rb rupiah dari  Aranyaprathet ke Bangkok dengan total perjalanan kurang lebih 6 jam. 
Naik kereta ini, mengingatkan saya pada kereta di Jawa jaman dulu, terutama pada pedagang asongan yang berjualan sepanjang kereta. Tapi bedanya mungkin pedangan asongan disini lebih tertib dimana, sepertinya ada wilayah-wilayah tiap gerbong, jadi satu penjual mendapat jatah berapa gerbong.
Seperti pedagang asongan di Indonesia, mereka menjual aneka ria jajanan dan minuman dingin. Ada nasi sampai mangga. Saya kala itu sering membeli mangga dan telur puyuhnya. Harganya cukup murah dan cukup sebagai penganjal perut selama perjalanan. 

Kuliner malam di Khao san Road

saya sampai Bangkok saat bulan sudah mulai menyapa, dari stasiun saya memutuskan naik Ojek, agar segera cepat sampai Hostel yang saya pesan, badan ingin rasanya segera mandi, meletakan barang dan cari makan malam, perut sudah keroncongan.
Ada sedikit insiden saat chek in di Hostel, yup saya salah tanggal, bookingan kamar saya untuk besok, untung masih ada kamar tersedia, walau itu mixed dorm, karena saya terlalu lelah dan badan sudah gatel-gatel, akhirnya saya ambil kamar itu. Hostel ini terletak di jalan Rambuttri Alley bersebelahan dengan Khao san Road yang terkenal itu.
Kamar yang terdiri dari 8 tempat tidur ini terisi penuh, saya sedikit berkenalan dengan beberapa penghuninya dan setelah mandi, kami memutuskan pergi mencari makan malam. Senengnya traveling sendiri dan tinggal di Hostel adalah ketemu teman baru. 
Teryata di Rambuttri Alley banyak terdapat tempat makan mulai dari kaki lima sampai restoran ada. Dan kemudian kami memutuskan masuk kesalah satu restoran seafood.

Seafoodnya benar-benar fresh, membuat kami kalap, plus dengan harga yang cukup murah dibandingkan di Jakarta. Makan malam pertama di Thailand yang berkesan, saya dan 6 orang teman perjalanan dari banyak negara merasa cocok dengan makan malam kami, baik makanannya dan harganya. 
karena malam itu saya makan dengan banyak orang yang baru saya kenal, saya tidak banyak mengambil foto, tidak seperti saat saya di Jakarta, karena gak enak, kasihan mereka kalau harus menunggu dan makanan kami jadi dingin, lagian kami pesan makanan dengan bayar patungan. dan saya agak sedikit lupa kami pesan apa saja, ya itu karena saat makanan datang segera kami makan beramai-ramai. yang saya ingat saya memesan udang bakar dan ikan kuahnya lezat sekali, saya agak pesimis awalnya, karena nampaknya plain saja, eh teryata rasanya mantab dan berkesan di memories saya. 
Kulineran di Mall Siam Paragon


Hari kedua saya ada janji dengan seorang teman yang sudah lama tinggal dibangkok, kami kenal secara online sudah cukup lama, karena sama-sama didunia food blogger. Sering bersapa online, dan ini pertama kali bisa berjumpa didunia nyata. Kami janjian di Mall Siam Paragon.
Dan kulineran di Siam Paragon berlanjut, disana saya sempat mencicipi banyak makanan. Mulai dari tea latte yang terkenal itu dan mango sticky rice tentu saja, plus ketan durian. semua enak deh. 

Dan Berikut review saya :

Thai Tea
rasanya agak beda dengan yang biasa saya minum di Jakarta, kata teman saya ini karena pakai susu kental manis yang khas Thailland, well pantas saja, sensasinya beda jadinya. 

Ketan Durian 
saya baru tahu kalau orang Thailand itu suka duren yang masih mengkal, atau belum mateng banget seperti kesukaan orang Indonesia. ketannya seh cukup pulen dan saus santan kelapanya pas banget, tapi untuk durennya saya lebih suka duren yang benyek kematangan versi Indonesia

Mango Sticky Rice
Ini yang jadi favorite saya, ketannya pulen nikmat, saus santan kentalnya pas dan mangganya agak asem sedikit, jadi kalau dimakan bersamaan, rasanya jadi pas. 

Kulineran di Kampus AIT
love this neighborhood
Malam kedua saya menginap di rumah Teh Diah, di areal kampus AIT, terima kasih untuk Teh Diah yang sudah mau direpotin. lingkungan kampus ini seru abis deh, tenang, nyaman dan semua ada. letaknya ada dipinggir kota Bangkok. 


Malamnya saya ditraktir Teh Diah Makanan India yang enak dilingkungan kampus. Dan benar makanan India ini enak sekali. Makan malam yang menyenangkan, menutup petualagan malam dengan indahnya. 

Menjelajah dan kulineran di Talaad Thai 
Hari ketiga, teman saya mengajak ke Talaad Thai Wholesale Market. Rencananya kami akan pesta duren disana. Sayangnya sampai sana, penjual durennya pindah. Tapi pengalaman ke Pasar ini seru sekali. Ada 3 fakta menarik tentang Talaad Thai Wholesale Market :

-         - Ini merupakan pasar grosir makanan terbesar di Asia Tenggara

-         - Ada lebih dari 12,000 ton jenis produk yang diperjualbelikan tiap hari

-          - Setiap tahun ada 6 juta dolar Amerika diperdagangan ini. 

-          - Ada 100.000 orang yang datang ke pasar ini setiap hari termasuk 3500 pekerjanya.

Talaad Thai Wholesale Market terletak 40 Km dari kota Bangkok, ini adalah pusat trading untuk petani, pembeli dan penjual dalam jumlah besar. Jadi kamu tidak bisa membeli eceran. Walau ini pasar, tapi tempatnya sangat bersih dan rapi, kamu bisa melihat sendiri dalam photo yang saya upload, bersih dan rapi. Di pasar ini dijual produk lokal dan import, semua ada dan lengkap.

Semua produk yang dijual ini berasal dari petani lokal seluruh Thailand dan untuk produk importnya didapat dari seluruh dunia. Bahkan kata temen saya, di Thailand susah mendapatkan buah alpukat dan disana tersedia banyak alpukat. Walau harganya cukup mahal.
Produk utama disini dibagi menjadi buah, sayuran, daging dan ikan, nasi dan benih, bunga, makanan hewan dan tanaman. Semua lengkap tersedia.
Pengalaman yang cukup menyenangangkan menjelajahi pasar ini, selain besar dan produknya berkualitas, juga karena kebersihannya. Belanja jadi nyaman dan hati-hati bisa kalap mata.


Kulineran di Pasar Talaad Thai

Saya sebenarnya tidak pernah nyaman makan di area pasar kalau di Indonesia, karena kadang sumpek dan kotor, tapi di Talaad ini berbeda, karena pasarnya bersih dan nyaman. jadi kenapa tidak!
Setelah cukup puas berkeliling area pasar, saya dan Teh Diah memutuskan makan disalah satu area kantin yang ada makanan halalnya.



Saya memesan nasi Briyani dengan lauk ayam dan tambahan lauk cumi, rasa nasinya tidak terlalu kuat (saya suka briyani yang kuat bumbunya) tapi rasa ayamnya pas sedap dan bumbunya cukup meresap ditambah cumi goreng dengan bumbu masalanya sedap sekali. makan siang yang cukup indah. Sedangkan teman saya memesan nasi ayam Hainan. kami makan siang dengan cerita banyak hal. karena mengenal cukup lama. 
Setelah makan siang, sayangnya kami harus berpisah, saya sudah terlanjur booking hotel di daerah Ramkhamhaeng, yang katanya daerah banyak muslim sehingga banyak makanan halal disana. Setelah berpamitan saya melanjutkan perjalanan dengan bis menuju pusat Kota Bangkok. 
 
Hawker Hopping di China Town


Dalam perjalanan di Bis saya secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pastur, saat saya menanyakan di halte mana saya harus stop. Teryata saya stop di halte terakhir, dan karena lalulintas Bangkok yang cukup padat, maka perjalanan ini cukup memakan waktu. Kami bercerita panjang lebar, tentang bagaimana perasaan beliau menjadi minoritas, bagaimana kerukunan di Indonesia dan memang benar, orang Thailand itu ramah-ramah. 





Dalam perjalanan di Bis saya secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pastur, saat saya menanyakan di halte mana saya harus stop. Teryata saya stop di halte terakhir, dan karena lalulintas Bangkok yang cukup padat, maka perjalanan ini cukup memakan waktu. Kami bercerita panjang lebar, tentang bagaimana perasaan beliau menjadi minoritas, bagaimana kerukunan di Indonesia dan memang benar, orang Thailand itu ramah-ramah.



Tidak jauh dari tempat kami berhenti ada china town, teman baru saya ini menawarkan, apakah saya mau mencari makan malam sebelum check in, saya bilang why not, lagian kalau sudah sampai hotel, maunya langsung tidur saja.
Hawkers Hopping.
Banyak sekali makanan yang ditawarkan, keseruan makan di Thailand adalah pedagang kaki limanya banyak yang jual makanan, murah, enak dan bersih. 
Jim Thomson Cafe 93    
          

Salah satu kebiasan backpacker saat mereka traveling adalah baru makan enak dan berkelas saat menjelang pulang ke negara masing-masing. Saya di komporin teman yang akan balik ke Italy, kami sempat sekamar waktu di hostel di Rambuttri Alley. Dia ingin mencoba restoran masakan thai yang autentik di Jim Thomson Cafe 93, ehm saya pikir why not lah, beberapa kali saat ke Singapore pengen coba tapi tidak pernah sempat.







Kami tidak banyak memesan makanan karena memang harganya cukup mahal, akan tetapi kami cukup puas dengan menunya. Kalau kamu sedang di Bangkok, sangat rekomendasi sekali kesini. Apalagi papaya saladnya, wajib dicoba
Saya ingin lebih banyak bercerita tapi takut kalian bosan, dan pengennya kisah ini berlanjut kulineran dengan @yukmakan dan @wisatathailand #aaammmiiiinnn. 
 Salah satu kebiasaan saya saat balik dari traveling adalah mencoba coffee shop lokal, segelas latte selalu pas untuk sebagai penutup diakhir traveling, seraya berfikir sudah kemana saja dan pengalaman apa yang kita dapatkan.
Saya memilih the Hen and The Egg, coffee shop lokal yang terlihat cantik. Kopinya enak, pelayananya ramah dan tempatnya juga nyaman. Seraya menikmati latte ini saya berfikir, kapan bisa kembali ke kota nan indah ini. 

Nb : Jangan lupa cobain Pie ala kedai fastfood ini yak. masih belum ada di Indonesia soalnya

 
And the Video Kulineran di Thailand


1 komentar:

  1. makanannya menggiurkan banget! :9

    suika-lovers.com

    BalasHapus

Recent Post