Latest News

Selasa, 31 Oktober 2017

Implementasi E-Toll, Mempermudah atau Mempersulit?




Semua pasti sudah tahu, mulai 1 november 2017, semua toll di area jabodetabek sudah tidak lagi mengunakan uang tunai dalam bertransaksi, pada tanggal tersebut, semua transaksi tunai dilakukan dengan E-toll. Dan pada tanggal 31 Oktober 2017, Jasa Marga Memastiak kesiapan gardu dan petugasnya di lapangan. Jasa Marga bekerjasama dengan perbangkan untuk meningkatan pelayanan kepada pengguna jalan dalam permasalahan mesin top up hingga melakukan sosialisasi masif bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya di bawah koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), agar pengguna jalan dapat terinfo secara merata.

Hingga hari ini, 99% Gerbang Tol milik Jasa Marga telah menerapkan pembayaran non tunai, dan menjadi 100% tepat di tanggal 31 Oktober 2017, salah satu upayanya dengan mengubah Gardu Tol Hybrid menjadi  Gardu Semi Otomatis (GSO). 
Pada masa transisi perubahan sistem pembayaran ini, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan tol seperti biasanya. Selain itu, pengguna jalan tol diharapkan untuk menyiapkan Uang Elektronik dengan jumlah saldo yang cukup sebelum memasuki jalan tol, meletakkan Uang Elektronik tidak jauh dari jangkauan, serta memberikan ciri/tanda yang khas pada Uang Elektronik sebagai identitas kepemilikan.  Guna mendukung kelancaran penerapan 100% pembayaran non tunai, Jasa Marga juga memastikan infrastruktur yang laik fungsi serta dukungan petugas di lapangan melalui Standard Operating Procedure (SOP) untuk mengantisipasi apabila terjadi kepadatan di gerbang tol, yang dapat diakibatkan karena saldo Uang Elektronik yang habis/kurang atau Uang Elektronik yang tidak terbaca/rusak/hilang. 
Terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) jelang pemberlakuan 100% non tunai di jalan tol, sama seperti BUJT lainnya, Jasa Marga menegaskan TIDAK ADA Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Karyawan yang selalu dianggap sebagai dampak diberlakukannya program Pemerintah tersebut.  Sebagai bentuk antisipasi terhadap pengurangan SDM yang terdampak elektronifikasi, Jasa Marga telah menyiapkan program Alih Profesi (A-Life). Program A-Life menyediakan lebih dari 900 formasi di Kantor Pusat Jasa Marga, Cabang, Anak Perusahaan, atau menjadi entrepreneur yang dapat dipilih oleh para karyawan yang ingin mengubah haluan karirnya. 
Antisipasi perjalanan melalui informasi terkini yang dapat diakses melalui :
- Call Center Jasa Marga 24 Jam di Nomor Telepon 14080
- Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) & @official_JSMR (untuk informasi umum lainnya)
- Instragram @official.jasamarga
- Aplikasi Mobile JMCARe yang dilengkapi dengan fitur push notifications
- Website http://www.jasamarga.com
Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Implementasi E-Toll, Mempermudah atau Mempersulit?”
Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Implementasi E-Toll, Mempermudah atau Mempersulit?” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (30/10/2017).
Turut Hadir sebagai pembicara dalam FMB 9 antara lain Vice President Operations Management PT Jasa Marga Raddy R Lukman, perwakilan dari Himbara Hendra Utoyo (BRI), Nandan Sadaya dari Mandiri, pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriyatna, dan pengamat Transportasi Universitas Indonesia Ellen Sophie Wulan Tangkudun.
Keuntungan Mengunakan E-toll
PT Jasa Marga menegaskan bahwa penggunaan E-Toll justru menguntungkan bagi masyarakat selaku pengguna jalan tol.
"Tujuan elektronifikasi jalan tol adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol," kata Vice President Operations Management PT Jasa Raddy R Lukman
  1. Beberapa keuntungan tersebut antara lain
  2. Praktis karena tidak perlu menyiapkan uang pas
  3.  Kemudahan pembayaran dengan sistem tapping,
  4.   Tidak perlu lagi menyimpan uang kembalian dalam pecahan kecil
  5.   Berkurangnya risiko salah jumlah uang kembalian
  6.    Terhindar dari kemacetan di gerbang tol.
  7.   Terhindar dari uang palsu
  8.   Data bisa ter-record dengan baik sehingga bisa kita lihat transaksi kebelakangnya
  9.   Mengurangi antrean di gerbang tol.  
Perbankan Nasional Sediakan 1,5 Juta Kartu Gratis E-Toll
Perbankan nasional  sudah menyiapkan diri untuk mendukung kemudahan transaksi nontunai di jalan tol sudah dilakukan sejak Triwulan I 2017. Setidaknya ada empat bank negara dan bank swasta yakni BRI, BNI, Mandiri dan BCA.  Menyangkut ketersediaan kartu dan sarana top up, perwakilan dari Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Nandan Sandaya mengemukakan ada tiga periode ketersediaan kartu elektronik. Periode pertama, 15 Oktober 2017, harga diskon 10 persen harga kartu. Setelah 16 Oktober 2017, kartu gratis disediakan 1,5 juta keping.  "Adapun jika kartu gratis habis baru dikenakan harga normal meski sudah melewati masa promosi. Bahkan ditambah masa waktunya dua minggu setelah tanggal 1 November 2017,"kata Nandan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema“Implementasi E-Toll, Mempermudah atau Mempersulit?” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Galeri Nasional Indonesia.
Sejauh ini, menurut Nandan, pihak perbankan penyedia E-Toll sudah menyediakan saranatop up via ATM dan kantor cabang. Disediakan pula sarana mobile banking dengan fitur khusus di Bank Mandiri. Proses ini tanpa dipungut biaya tambahan.  Total ada 800-an sarana top up kartu elektronik.  "Masih bisa top up di gardu tol namun sebenarnya tidak disarakan karena ditakutkan menambah antrean. Juga disediakan sarana top up di rest area," 
Jadi Are You Ready dengan aneka kemudahan E-toll ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post