Latest News

Rabu, 08 November 2017

3 hal yang kamu perlu tahu tentang registrasi simcard





Sudah tahukah kamu, bahwa kamu perlu meregistraikan ulang kartu prabayar kamu, yup sebelum February 2018 kamu harus segera meregistrasikan kartu simcard kamu, kalau tidak bakal terancam diblogkir. Kalau kalian bertanya, kenapa pemerintah melaksanakan program ini? Well yuk simak 3 hal yang perlu kamu tahu tentang registrasi ulang kartu prabayar kamu. 

#1 Pemerintah Optimistis Registrasi SIM Card Tuntas Februari 2018


Sudah tahukah kamu, kalau registrasi kartu prabayar sampai bulan February 2018 bukan akhir oktober 2017.  Hal ini disampaikan oleh Dirjen PPI Ahmad M Ramli dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Kontroversi Registrasi SIM Card: Nyaman, Aman, dan Menguntungkan Siapa?" di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Selasa (7/11/2017."Saya optimistis bahwa program kita oke dan target registrasi dapat tercapai semua,".
Program ini bertujuan sekaligus untuk mengetahui jumlah pasti berapa nomor yang masih aktif atau tidak digunakan.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif F

Memandang optimis antusiasme masyarakat untuk program ini, berdasarkan data yang beliau miliki, hingga hari ini sudah 54.347.072 pelanggan kartu yang mendaftar ulang. Oleh karena itu beliau optimis, February 2018 semua proses pendataan ulang akan beres.


#2 Masyarakat Pengguna Ponsel Antusias Mendaftar dan Ingin Punya Data Valid

Sejak hari selasa 07 February 2017, hingga pukul 12.30 Wib jumlah pengguna ponsel yang sudah mendaftar ulamg kartu SIM-nya sebanyak ada 46.559.400 pengguna yg sudah registrasi. Jumlah tersebut dicapai dalam satu minggu sejak tanggal 31 Oktober 2017 hingga sekarang.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys

Berarti masyarakat antusias mendaftar ulang dan ingin datanya valid”


Seperti pendapat beliau, sebenarnya registrasi kartu SIM dilakukan sejak tahun 2005. "Maka sejak saat itu banyak terjadi perubahan kebiasaan  dalam mendaftar. Awalnya masih memberikan nama, alamat dan data yg sebenar-benarnya. Karena itu sistemnya dibuat semudah mungkin," Pada perkembangannya ada perubahan kebiasaan pengisian data yang banyak menggunakan data tidak benar. Seperti berkurangnya orang dalam menginformasikan nama asli sesuai ktp. "Karena ada 360 juta nomor aktif. Pasti registrasinya tidak benar sebab telah jauh melebihi jumlah penduduk yang ada. Akhirnya data tadi tidak dapat divalidasi lagi,"


“Syukur ada e-ktp yg jadi database raksasa utk validasi data tersebut,"
Maka dimulailah validasi data tadi dengan berbagai prosesnya hingga akhirnya sampai pada tgl 31 Oktober 2017 sistimnya sudah siap.
Menurut Pak Merza pada hari pertama pendaftaran ulang (31/11/2017) sudah mencapai  20 juta pendaftar berhasil. Meski yang berusaha masuk sistim daftar ulang sebanyak 30 juta.
Artinya apa? antusiasme masyarakat cukup tinggi. "Karena semua masyarakat pengguna ponsel ingin kemiliki data yg valid," 

#3 Registrasi SIM Card Wujudkan Program Single Identity Number

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa kebijakan yang mewajibkan masyarakat pelanggan jasa telekomunikasi meregistrasi SIM card prabayar merupakan upaya Pemerintah untuk menata data kependudukan menuju Single Identity Number.
"Inilah program Indonesia menuju Single Identity Number,"
Kebijakan registrasi memberikan daya pengungkit yang tinggi untuk membangun kesadaran masyarakat mengurus dokumen kependudukan. "Jadi saya terima kasih banyak, ini meningkatkan kesadaran masyarakat, agar masyarakat peduli dengan dokumen kependudukannya,"

Terkait keamanan data kependudukan, Zudan menegaskan bahwa hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena operator seluler hanya diberikan akses untuk melihat Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).
"Kemendagri tidak memberikan data, tapi provider hanya mengakses, hanya melihat NIK dan Nomor KK-nya saja untuk proses validasi,"

Jadi tunggu apalagi, segera registrasikan kartu prabayar kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post