Latest News

Kamis, 02 November 2017

CSR : Bank Mandiri Revitalisasi Lahan Tambak Muara Gembong





Sudah 4 tahun saya bermukim di Jakarta dan sekitar 4 bulan ini pindah ke Tanggerang Selatan, akan tetapi saya baru tahu, kalau bekasi punya pantai, well bukan pantai pasir putih nan indah, atau bahkan tidak bisa di bilang pantai. Lebih tepatnya pinggir laut mungkin (sepertinya kelulusan pelajar tentang hal ini perlu dipertanyakan)

Well mungkin banyak yang belum tahu seperti saya, yup benar, ada kawasan di Bekasi yang berbatasan dengan lautan, tepatnya Laut Jawa, yaitu di kawasan Muara Gembong, seperti yang saya tulis diatas, tepi lautan ini tidak berpasir putih, akan tetapi jenis yang ditanami hutan bakau atau bisa dibilang bisa di jadikan tambak.

830 Hektar Lahan Tambak Muara Gembong
Jauh dari pusat Bekasi, atau orang Bekasi menyebutnya Bekasi Kota, butuh waktu sekitar 1 jaman dengan kondisi jalan yang cukup menantang untuk sampai dikawasan ini. Dan jangan Tanya tentang jariangan internet, walau masih tergolong dekat dengan Jakarta, ibu kota Indonesia, jaringan internet disini masih tidak begitu bagus, tapi yes, disana ada listrik, incase kalian nanya.
Dan sama seperti tipe pinggir pantai seperti ini abrasi selalu jadi masalah, apalagi hilangnya Hutan Mangrove seluas 12 hectare sebagai benteng alami yang dialih fungsikan sebagai tambak. Pemerintah menaruh perhatian pada masyarakat Muara Gembong, presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Bank Mandiri Revitalisasi Lahan Tambak Muara Gembong
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Perum Perhutani menginisiasi program Perhutanan Sosial di Muara Gembong.
Bank Mandiri bersama dengan Perhutani, PT Perikanan Indonesia (Persero) lakukan revitalisasi lahan tambak seluas 830 hektar di kawasan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan penyediaan input produksi, rehabilitasi produksi, dan pendampingan teknis, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan rehabilitasi jalan produksi, dan Bank Mandiri dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta hasil produksi tambak akan dibeli oleh Perum Perindo.

Proses revitalisasi dimulai dengan pengolahan lahan tambak dan pengadaan bibit udang yang dibantu Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) KKP.
Sedangkan untuk penerbitan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dibantu langsung oleh KLHK, dengan syarat petambak harus menanam mangrove di lahan tersebut.

“Lewat program ini diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat jadi meningkat sehingga pembangunan ekonomi dapat lebih merata,”
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo


Dalam pelaksanaan revitalisasi ini, mereka menggunakan pendekatan dengan model community development dengan beberapa elemen pendukung. Dalam hal ini misalnya infrastruktur dan penunjang tambang, sosiokultural, kelembagaan, pendampingan dan off-taker, pembiayaan petambak, peningkatan program kapabilitas, teknologi modernisasi tambak, dan pengawasan program konservasi mangrove.
“Bank Mandiri juga memberikan pembiayaan petambak, melalui skema KUR”
Untuk mendukung para petambak, akan ada sejumlah sarana yang akan dibangun, seperti tempat penampungan hasil tambak, dermaga kapal, alat pembuat es, kincir air, pompa air, sumur bor air tawar, jaringan listrik, akses jalan, dan menara pantau.

Presiden Jokowi Untuk Muara Gembong
Pada kesempatan ini presiden Jokowi turut hadir untuk  menyerahkan sertifikat hak guna hutan negara kepada masyarakat Muara Gembong. Masyarakat diijinkan memanfaatkan dan menjaga  hutan negara negara, berlaku skema 1:1 sehingga setiap satu petak tambak, juga harus ada satu petak mangrove. Pemerintah mengalokasikan 830,55 hektar proyek demplot dan 17,2  hektar pada program tahap awal sebagai lahan yang dikelola pemerintah bersama masyarakat lewat program Perhutanan Sosial Pantai Bakti, Muara Gembong

Pesan Presiden Jokowi kepada masyarakat untuk menjaga sertifikat hak guna hutan negara yang berlaku selama 35 tahun. Masyarakat memanfaatkan lahan untuk tambak sehingga produktif dan bisa menghasilkan potensi 7 ton per hektar udang. Dalam hal permodalan petambak akan dibantu oleh Bank Mandiri lewat pembiayaan KUR. 

Pada kesempatan ini seperti, kebiasaan pak Jokowi, tiga orang  masyarakat yang hadir diberikan kesempatan menyampaikan harapannya secara langsung kepada presiden. Presiden pun mendengarkan setiap harapan masyarakat, tiga orang tersebut mendapatkan hadiah sepeda.
Kunjungan Presiden ke Tambak.
Dengan sepeda motor. Presiden Jokowi didampingi oleh Pak Tiko, Direktur Utama Bank Mandiri dan pejabat terkait lainnya menebarkan 200.000 ekor benih udang Vaname di lahan seluas 4.000 m2, hal ini dilakukan sebagai dimulainya program perhutanan sosial di  kawasan budidaya tambak udang Vaname. Presiden Jokowi pun secara langsung bersalaman, berbincang, dan melihat langsung kegiatan masyarakat di tambak.
Pembiayaan KUR Bank Mandiri kepada masyarakat Muara Gembong menggunakan skema: pembayaran KUR dilakukan usai penjualan hasil panen kepada Perum Perindo, lalu dipotong kewajiban pembayaran kredit ke bank. Selain itu juga Bank Mandiri menyerahkan bantuan CSR berupa: revitalisasai tambak, saung, menara pantau, tempat penampungan hasil tambak, kincir air, instalasi listrik, alat pakan otomatis, genset, pengerasam jalan, dan sumur bor diserahkan kepada Lembaga Masyarkat Desa Hutan (LMDH) Mina Bakti.


(Foto doc pribadi, rekan blogger dan Laily Rachev -Biro Pers Setpres)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post