Latest News

Selasa, 21 November 2017

Papua : Sinergi BUMN untuk Wamena




BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bersinergi bersama untuk mendorong berbagai perubahan lebih baik di Indonesia, salah satunya produksi kopi di Wamena dengan mensinergitas seluruh lembaga milik negara. Langkah itu dilakukan lewat program mengangkat pemasaran kopi Arabika di Wamena.
Ya Wamena adalah salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia, walau namanya belum setenar Kopi Gayo di Aceh, akan tetapi kopi ini sudah diminati banyak orang, salah satunya warga Jakarta. Saya dan beberapa teman, suka khusus memesan kopi ini bila kami sedang nongkrong di kedai kopi favorit kami dikawasan menteng, karena salah satu jenis biji kopi yang mereka tawarkan adalah kopi Wamena. 

“Kami mengajak petani kopi menggunakan peralatan modern yang diserahkan bagi kelompok tani dan pengusaha kopi di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, agar hasil yang diperoleh sesuai dengan yang mereka inginkan,”
Rini M. Soemarno
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, adalah salah satu distrik penghasil kopi Wamena, alam disini mendukung sekali untuk menanam pohon kopi dan menghasilkan biji kopi terbaik. Salah satu yang saya suka adalah kebiasaan petani kopi disini yang tidak membabat hutan, melainkan menanam kopi disela-sela pohon hutan yang sudah tumbuh puluhan tahun. Saya pribadi, saat ikut masuk hutan untuk melihat kebun kopi, tidak sadar kalau disekitar saya sudah banyak tanaman kopi, karena memang benar-benar pohon kopinya berbaur dengan sekitar, ditanam secara alami. 

Balik ke acara kunjungan Menteri Rini bersama sejumlah pimpinan BUMN, mendatangi para kelompok tani di Distrik Wolo, melihat secara langsung sejumlah petani kopi yang pengelolaannya  secara modern. Sedangkan dorongan BUMN dilakukan dengan memberikan bantuan satu set alat pengelolaan kopi bagi kelompok tani di Wolo, serta satu unit kendaraan roda empat operasional bagi petani kopi.

“Sebelum diberikan mesin pengolahan kopi, petani masih menggunakan sistem olahan tradisional atau manual sehingga minat pengembangan kopi tidak berjalan baik,”
Tehnologi lama yang digunakan petani kopi Wamena ini sangat lambat dan bisa mengurangi kualitas biji kopi, karena untuk melepaskan biji kopi dari kulitnya, masyakat biasa merendam dalam air beberapa hari, tentu saja proses ini mengurangi kualitas biji kopi dan tehnologi sederhana yang biasa masyarakat gunakan ini menghasilkan satu kilo biji kopi dalam dua hari. Dengan bantuan mesin diharapkan satu hari bisa memproduksi kopi olahan 100 kilogram.

Menteri memastikan akan terus membangun kordinasi dengan berbagai badan usaha yang ada, untuk memberikan perhatian berupa bantuan bagi masyarakat di desa-desa penghasil kopi.



“Setelah kami melihat potensi kopi di Wamena dengan kualitasnya sangat tinggi, Makanya kami coba bina bersinergi dengan BUMN lainya membuat suatu program membina para petani kopi di Jayawijaya ini”
Kartika Wiroatmodjo
Utama PT Bank Mandiri (Persero),


Pembinaan yang dilakukan dengan cara menggelar pelatihan sejak dari awal penanaman, pemeliharaan, cara memetik hingga pengolahannya menggunakan mesin. Hal ini agar kopi Wamena memliki tingkat jual yang tinggi.  Alat yang diberikan itu diharapkan bisa menjual hasil olahan kopi dengan harga tinggi. 

to be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post