Latest News

Rabu, 22 November 2017

Terpesona sosok Lenny Agustin





saya tumbuh  besar dengan majalah Gadis, sebuah majalah yang membuat saya tidak menjadi gadis kota kecil di Jawa Timur kebanyakan. Saya punya mimpi yang besar, saya ingin ini dan itu, saya ingin menjadi wanita maju dan kreatif, saya tidak ingin berakhir menjadi ibu rumah tangga saja. saya ingin lebih dari itu. dan itu salah satu alasan saya sangat menyukai sosok  Lenny Agustin. Apalagi setelah membaca buku dia yang terbaru. 

Sosok Lenny Agustin  


Lenny Agustin memulai karirnya di dunia fashion sejak muda, saya mulai mengenal mba Lenny saat menjadi pemenang utama Lomba Merancang Busana Perkawinan Internasional pada tahun 2003, ini membuat namanya identik dengan gaun pernikahan dan pesta.
Tapi yang saya suka dari sosok Lenny Agustin adalah selalu memasukan unusr local dalam karyanya, beragam testil dan upacara adat, kesenian tradisional, kerajinan tangan semua ini membuat karya Lenny Agustin makin menarik.
Lenny Agustin banyak memakai material indonesia seperti batik, tenun, sarung, lurik, songket, yang dikombinasikan dengan aplikasi-aplikasi unik yang menjadi ciri khasnya. Karya Lenny Agustin tidak hanya bisa dipakai dalam acara-acara khusus saja melainkan juga sebagai busana sehari-hari.
Lenny Agustin mengembangkan karyanya lewat lini utama yang diambil dari namanya “LENNY AGUSTIN” dan lini sekundernya yakni “LENNOR

The Story of Lenny Agustin, In Between Colors

Buku ini adalah buku kedua Lenny Agustin, dan tentu saja penuh dengan warna seperti icon Lenny Agustin yang berambut pendek dan penuh warna.
Beda dengan buku pertamannya, Fashion is My Playground, yang lebih menampilkan ragam konsep rancangan, proses pembuatan, hingga hasil akhirnya berupa koleksi busana rancangannya; buku kedua Lenny Agustin lebih membahas sisi lain kehidupan lain dirinya yang belum terungkap dan membuat semua orang penasaran. Mulai dari sepak terjang dan tantangan beratnya dalam meniti perjalanan dan berkarir di dunia fashion designer, maupun membina rumahtangga serta kehidupan pribadi dan keluarganya.
Saya belajar banyak dari buku Lenny Agustin yang ini, saya seperti diajak lebih dekat dengan sosok Lenny agustin. Buku ini blak-blakan menceritakan perihal siapa dan bagaimana dirinya. Tentang karir, gemerlap dan penuh tantangan dunia fashion Indonesia, juga diri pribadinya.

Dua Sisi Lenny Agustin

Lenny Agustin hadir menjadi dua sosok berbeda yang menyatu menjadi Lenny Agustin, Di balik rambutnya yang menyala, di balik desain fashionnya yang funky, chic, mendobrak pakem-pakem ‘tradisional’ namun mampu melahirkan kreativitas tanpa batas, kontoversial, dan riang gembira, tetap ada karakter Lenny yang tunduk sepenuhnya pada nilai-nilai keluarga.
Meniti karir dari bawah, sepak terjang meraih mimpinya sebagai fashion designer, sekaligus pergulatan membangun kehidupan rumahtangga bersama suaminya. Sebagai seorang istri yang juga ibu dari seorang putra dan dua putri yang telah beranjak remaja. Semuanya disampaikan dengan gaya bahasa tutur lugas, sederhana, bersahaja. Khas sesuai pribadi Lenny. Tanpa perlu menyisipkan teori-teori yang sulit dipahami. Itulah karakter pribadi Lenny.

‘’Ibuku dari dulu melarang aku pacaran dengan cowok bermobil. Takut nanti kenapa-kenapa. Aku yakin bahwa ibuku bermaksud baik, alhasil demi ngikutin nasihat ibu, aku sekalian aja cari pacar yang nggak punya mobil,’’ ungkap Lenny tertawa renyah.
Itu baru sekelumit kisah Lenny pribadi bagaimana ia tunduk menjunjung nilai-nilai orangtua dan keluarga. Pun halnya ketika Lenny bersama suaminya, dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai pada ketiga anaknya. Memberi kebebasan kepada putra-putinya dalam nenentukan pilihan, menjalin komunikasi terbuka, dan tetap dalam pengawasan. ‘’Berikan kemandirian pada pribadi-pribadi anak-anak kita. Itu yang saya pegang teguh bersama suami,’’ ungkap Lenny yang ‘mengunci’ hari minggu khusus untuk waktu keluarga.

Kisah Lenny dalam berjuang selama 15 tahun meniti karir sebagai fashion designer pun tak kalah seru diungkap dalam buku ini.  Menjalani peran sebagai istri, ibu rumah tangga yang harus mengasuh bayi, dan mahasiswa yang punya mimpi besar menjadi fashion designer bukanlah perkara mudah. Dukungan dari sang suami Lenny yang tak surut dalam berjibaku dengan bisnisnya. Merupakan bagian perjalanan yang tak terpisahkan dari keberhasilan Lenny yang kini memikliki brand Lennor dan Lenny Agustin ini.
Maka, sudah selayaknya jika di halaman ke delapan dari buku ini Lenny secara khusus memberi highlight  bahwa; ‘’Buku ini aku dedikasikan untuk semua wanita yang mau menjalani mimpinya dan semua pria yang mendukung wanitanya’’.
Ya. Setuju. Kisah Lenny Agustin dalam buku setebal 102 halaman yang ditulis oleh Eko Wustuk ini, akan membuka mata kita, bahwa peremuan Indonesia tidak perlu memilih antara dunia profesional dan kehidupan rumah tangga. Mereka boleh dan memang bisa menjalani keduanya.


3 komentar:

  1. Unik banget mba Lenny seunik karya dan penampilan yang beda.

    BalasHapus
  2. Ga banyak ya orang yang mampu membuktikan mimpinya dengan sungguh-sungguh seperti mbak Lenny Agustin ini. Merangkak pelan dari bawah hingga memiliki nama besar seperti sekarang bukanlah proses yang mudah yang mampu diwujudkan setiap orang ya. Inspiratif banget dan aku suka dengan rancangannya yang lokal dan Indonesia banget.

    BalasHapus
  3. Sebuah perjuangan anak daerah hingga bisa meraih mimpinya di ibukota Jakarta yang penuh perjuangan. Mb Lenny sosok inspiratif dan menyenangkan ya

    BalasHapus

Recent Post