Latest News

Senin, 04 Desember 2017

Papua : Salam Hangat dari Wamena



Kopi Wamena
Setelah makan siang, saya dan rombongan langsung menuju daerah Wulu, sekitar 1 jam dari pusat kota Wamena, kalau di Jakarta anda sering melihat mobil jenis Camry, sedan BMW atau Mercy, makan di Wamena, anda tidak akan menemui jenis kendaraan tersebut. Kendaraan disini hampir sama, yaitu mobil-mobil besar dengan bak terbuka kecil dibelakangnya. 

Penanaman Kopi
Saya cukup takjup saat mengunjungi perkebunan kopi di Wamena, salah satunya adalah pohon kopi ditanam dibawah naungan pepohonan hutan, di lingkungan alam yang menakjubkan, yang juga merupakan habitat dari burung Cendrawasih dan berbagai spesies lainnya. Spesies pohon yang umum ditemukan di wilayah penghasil kopi adalah Kaliandara, Erytrhina dan Abizia. Hutan tropis Papua adalah salah satu habitat yang paling kaya dalam keanekaragaman hayati di dunia.  Jujur saya sedikit tidak sadar kalau disekeliling saya adalah pohon kopi, karena pepohonan hutan yang rindang dan jalur yang cukup membuat saya harus berkonsentrasi lebih.
Kopi-kopi di Wamena ditanam oleh petani tradisional tanpa menggunakan pupuk organic maupun kimia, jadi kopi yang ditanam di Wamena bebas dari petisida loh. Sehingga pantas saja kopi yang dihasilkan, berkualitas tinggi,dengan aroma dan rasa yang khas dibandingkan dengan kopi yang tumbuh di daerah lain di Indonesia. Kopi Wamena terkenal bertekstur ringan, sedikit ampas, harum semerak dan tidak begitu asam.
Varietas kopi
Linie S – Kelompok varietas ini berasal dari India, yang dikembangkan dengan menggunakan kultivar Bourbon. Jenis yang paling umum adalah S-288 dan S-795, yang dapat ditemukan di Lintong, Aceh, Flores, Sulawesi, Papua, Bali dan Jawa.

Pengolahan kopi

Petani kopi di Wamena mengunakan proses pengupasan basah atau wet-hulling (juga sering disebut sebagai semi washed). Menggunakan teknik ini, para petani mengupas kulit luar buah kopi dengan menggunakan mesin pengupas tradisional yang disebut “luwak”. Biji kopi, yang masih berselaput getah, kemudian disimpan hingga selama satu hari. Setelah masa penyimpanan, biji kopi dibersihkan dari getah dan kopi tersebut dikeringkan hingga memiliki kandungan air 12%, atau dikupas dalam keadaan basah dan dikeringkan sebagai biji hijau. Karena lambatnya paparan teknologi modern, maka sebagian besar dari kegiatan pengolahan kopi tersebut dilakukan hanya dengan tangan. Pupuk kimia, pestisida dan herbisida tidak dipakai untuk tanaman kopi ini, dan membuat kopi Papua menjadi kopi yang langka dan juga berharga. 
Setelah penyortiran, beberapa produsen menyimpan kopi mereka selama satu hingga tiga tahun sebelum dipasarkan. Proses ini mengembangkan aroma woody dan kayu manis, dengan karakter yang sangat ringan dan hangat. Biji yang berwarna hijau akan berubah menjadi kuning tua hingga coklat
Kualitas Kopi Wamena
Perlu diketahui, kopi Wamena merupakan kopi organic dengan kualitas terbaik, karena kesuburan tanah dipapua yang masih terjaga. Aroma kopi Wamena harum, halus dan memiliki after taste yang sangat manis. Beberapa pegiat kopi menyamakan kopi Wamena dengan biji kopi Jamaica Blue Mountain. Jamaica Blue Mountain Coffee adalah kopi Arabika yang ditanam di daerah Blue Mountain di Jamaica dan merupakan kopi premium yang sudah terkenal seluruh dunia. itulah sebabnya banyak yang menjuluki kopi wamena adalah "Baliem Blue Coffee" (disingkat BBCoffee) kopi Wamena mengandung kafein paling sedikit diantara lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post