Latest News

Senin, 04 Desember 2017

Papua : Siang Itu....





Siang itu, selepas meeting dan makan siang di daerah Thamrin, saya memutuskan mampir di salah satu kedai kopi favorit saya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sebenarnya cukup jauh, karena saya harus mengunakan Ojek Online untuk ke sana, padahal banyak kedai kopi di kawasan Thamrin yang bisa saya datangi, tapi saya memilih kedai kopi ini karena mereka menyediakan salah satu jenis kopi kesukaan saya, kopi Wamena, yup kedai kopi ini memang menyediakan pilihan jenis kopi dari Wamena, salah satu jenis kopi andalan terbaik Indonesia. Yang saya sangat sukai.

Indonesia memang kaya akan jenis kopi, aneka varian kopi terbentang dari Sabang hingga Merauke, semua memiliki ciri khas masing-masing. Kondisi alam indonesia yang tropis membuat kopi dapat tumbuh subur di Indonesia. 

Kembali ke Kopi Papua, yang terkenal tentu saja kopi Wamena, kopi berjenis Arabika ini tumbuh subur di wilayah ketinggian sekitar 15.000 kaki diatas permukaan laut, dengan suhu antara 20-25 derajat Celsius, tempat yang sempurna untuk menghasilkan biji kopi terbaik.
Salah satu kelebihan kopi Wamena adalah aroma wanginya yang khas, bertekstur soft, dan after taste yang manis. Plus kandungan kafiennya yang rendah membuat kopi ini banyak di minati.
Ah saya jadinya melantur kemana-mana, kembali ke siang itu. saya sedang tidak mood kembali ke kantor, jadi saya memutuskan kerja dari kedai kopi ini. Saya pikir hari ini cukup sempurna hanya dengan deal meeting dengan klien sukses, menghabiskan sore yang gerimis sambil menyeruput kopi hitam pekat dari Wamena. What a life.
 
Ternyata saya salah, karena ada sebuah kabar yang membuat siang itu menjadi lebih sempurna, telpon dari Key yang bilang saya akan ke Wamena. Well saya  sedikit teriak, yang membuat beberapa pasang mata didekat saya menoleh, “Are You serious Key, Wamena…Oh my good I can believe it” jika Key atau Mas Rendy membaca tulisan ini, you guys, made my dream come true.  

Saya masih tidak sepenuhnya percaya saya akan ke Wamena, bukan karena saya tidak percaya pada Key atau Mas Rendy, tapi seperti mimpi di siang bolong, Dan Mas Eko dari Bank Mandiri memastikan bahwa saya tidak sedang bermimpi, bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan.
Biji kopi yang selalu ada di rumah saya, akan saya jumpai langsung di tempat asalnya yang jauh di timur Indonesia. Wow siang itu adalah siang terbaik saya. Dan Wamena saya akan datang dengan banyak sekali cerita. 
Simak part kedua ceritanya “Perjalanan ke Wamena”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post